Dilihat: 3 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 26-07-2018 Asal: Lokasi
Perbedaan utama antara kaca tempered dan kaca laminasi terletak pada cara pembuatannya. Kaca laminasi dibuat dengan mengapit substrat kaca (juga disebut laminasi atau polivinil butiral) di antara dua lembar kaca tambahan, sedangkan kaca temper dibuat dengan memanaskan dan mendinginkan sepotong kaca besar secara berurutan. Kedua jenis kaca tersebut dipanaskan dan selagi panas, potongan kaca berukuran besar tersebut digulung pada roller sehingga bentuknya sesuai dengan pola kaca depan. Kedua metode ini menghasilkan kaca yang kuat dan tahan lama yang digunakan pada jendela mobil dan kaca depan, namun masing-masing memiliki karakteristik dan perilakunya sendiri.

Kaca laminasi bermanfaat karena jika terbentur saat terjadi kecelakaan mobil, kaca depan atau jendela tidak akan pecah berkeping-keping. Sebaliknya kaca depan atau jendela akan tetap menyatu namun memiliki banyak retakan pada kacanya namun sebagian besar, pecahannya akan tetap saling menempel dan tidak terlempar ke ratusan arah yang berbeda. Apabila kaca depan atau jendela terbentur batu atau benda lain dengan kecepatan tinggi, maka kaca depan juga tidak akan pecah, namun dapat muncul retakan atau serpihan yang dapat menghalangi pandangan pengemudi. Untungnya, sebagian besar retakan atau keripik dapat dengan mudah diperbaiki dengan bantuan tukang reparasi kaca depan profesional atau Anda sendiri dengan menggunakan kit atau resin perbaikan kaca depan. Kaca tempered juga sangat kuat, namun dapat pecah berkeping-keping. Semakin cepat proses pemanasan dan pendinginan berturut-turut dilakukan maka kaca akan semakin kuat namun juga semakin rapuh. Pemanasan dan pendinginan sebenarnya menyebabkan kaca terkompresi, menjadikannya 5 hingga 10 kali lebih kuat dari aslinya. Kompresi tersebut juga menyebabkan kaca pecah menjadi pecahan tumpul, bukan pecahan tajam, bergerigi (dan berbahaya).

Meskipun masih lebih aman daripada memecahkan pecahan kaca yang besar dan tajam, Anda tentu tidak menginginkan kaca depan yang terbuat dari kaca tempered. Oleh karena itu, kaca tempered jika digunakan pada mobil hanya digunakan pada jendela pengemudi, penumpang, dan belakang. Meskipun tampaknya tidak aman menggunakan kaca yang dapat pecah di dalam mobil, ada dua alasan bagus mengapa hal ini dilakukan. Pertama, penggunaan kaca jenis yang mudah pecah ini dapat berguna jika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat lainnya di mana kru penyelamat perlu memecahkan jendela untuk mengeluarkan seseorang dari kendaraan. Alasan lainnya adalah penggunaan kaca tempered jauh lebih murah dibandingkan menggunakan kaca laminasi.
Meski lebih mahal, ada banyak manfaat tambahan menggunakan kaca laminasi selain ketahanannya terhadap pecah. Kaca laminasi, karena substrat kaca dan dua lapisan kacanya, sebenarnya merupakan penyangga terhadap suara keras serta sinar UV dari matahari. Ini adalah alasan lain mengapa kaca depan digunakan karena merupakan jendela terbesar pada kendaraan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kaca laminasi sering digunakan untuk jendela pada gedung bertingkat yang banyak mendapat sinar matahari langsung. Beberapa produsen mobil bahkan sudah mempertimbangkan untuk menggunakan kaca laminasi sebagai atap kendaraannya. Banyak mobil konsep yang menampilkan ide ini, yang disebut atap cielo.